Merek merupakan aset penting bagi bisnis sehingga diperlukan perlindungan khusus bagi merek yang Anda miliki.

Sejatinya merek, brand, dan branding adalah satu paket. Merek dan brand mengacu pada satu term yang sama. Sementara branding lebih kepada upaya membangun merek yang bisa dilihat salah satunya dari tingkat brand awareness masyarakat terhadap merek produk atau jasa Anda. Makanya branding kerap dinilai sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan bisnis. Melalui branding, merek dari produk dan jasa Anda jadi mudah dikenali oleh konsumen. Hal ini akan membantu meningkatkan penjualan dari produk dan jasa Anda. Bayangkan Anda berjualan pakaian, akan sulit jika Anda harus menjelaskan spesifikasi dari pakaian yang Anda jual kepada konsumen dalam skala besar. Tentu akan lebih mudah jika cukup menyebutkan merek dari pakaian yang Anda produksi.

Tapi, tahukah Anda bahwa suatu merek bisa menjadi besar nilainya di pasar seiring dengan suksesnya upaya branding. Untuk melakukan upaya branding, tentunya pendaftaran merek adalah keharusan. Tahun 2015 lalu Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM mencatat kenaikan pendaftaran merek oleh UMKM sebanyak 6%-7% pertahun. Setiap hari ada sekitar 500-600 berkas pendaftaran merek yang masuk ke Direktorat HKI.

Anda tentu tidak mau kalau upaya branding Anda sia-sia jika di tengah jalan karena ternyata merek Anda diambil orang lain. Salah satu contoh yang bisa kita ambil pelajaran adalah kisah Ni Luh Djelantik yang harus merelakan merek sepatu Nilou pindah kepemilikan ke tangan mantan mitra bisnisnya. Padahal, dialah yang merintis pembuatan sepatu buatan tangan dari para perajin di Bali.

Tahukah anda, jika nilai suatu waralaba (franchise) yang bisa sangat tinggi, pondasinya adalah perlindungan merek atau brand bisnisnya. Jika Anda ada di posisi orang yang mau membeli hak waralaba, tentu Anda tak sembarang membeli tanpa mempertimbangkan nilai jual merek itu di pasar. Nilai jual itu kurang lebih dipengaruhi oleh value merek yang dihasilkan upaya branding dari pemiliknya, disamping hal lain seperti investasi sistem.

Di Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek (“UU 15/2001”) disebutkan merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Pemilik merek yang menjual hak waralabanya tentu tak mau dibayar murah jika mereknya sudah terkenal. Hampir dipastikan, bahkan 99,9%, merek yang dijual mahal itu sudah didaftarkan dan mendapat perlindungan hukum. Negara memang melindungi hak ekonomi dari tiap pemegang hak atas merek. Hak ekonomi ini bisa terwujud dalam bentuk royalti.

Selain motif ekonomi, apa lagi urgensi untuk mendaftarkan merek bagi UMKM ?

  • Merek merupakan ciri khas (pembeda) dari usaha Anda. Bayangkan bila anda menjual soto ayam di suatu daerah yang kebetulan banyak yang menjajakan produk yang sama. Kecuali soto ayam Anda memang super maknyus, tanpa ada merek yang ‘catchy’, kecil peluang konsumen akan ingat dengan brand Anda;
  • Kompetisi dalam bisnis adalah hal yang tidak terelakkan, sehingga bukan tidak mungkin saat bisnis Anda berkembang, penirunya akan banyak. Dengan situasi seperti ini, ada potensi merek Anda didaftarkan duluan oleh orang lain yang meniru makin besar. Kalau sudah begitu, sakitnya tu disini;
  • Jika merek yang ingin Anda pakai ternyata sudah ada yang mendaftarkan, artinya Anda harus membayar royalti ke pemilik merek. Atau, jika merek Anda sudah terlanjur didaftarkan orang lain, Anda perlu melakukan rebranding yang akan memakan biaya dan waktu lagi untuk membangunnya supaya dikenali pasar sebaik merek Anda sebelumnya;
  • Merek merupakan aset yang tidak berwujud dan merupakan hak eksklusif yang diberikan Negara pada pemegang haknya. Saat ini pemerintah sedang mengupayakan agar kekayaan intelektual bisa dijadikan agunan. Jadi, Anda sebagai pemegang merek terdaftar bisa mengagunkannya untuk mendapatkan pinjaman dari bank, misalnya;
  • Jika Anda pemilik merek yang sudah terdaftar, Anda bisa meminta royalti pada orang yang menggunakan merek Anda; dan yakinlah bahwa bisnis Anda akan semakin besar, sehingga melindungi merek Anda dengan mendaftarkannya secara dini adalah langkah kehati-hatian dalam bisnis.

 

Bagaimana Mendaftarkan Merek?

Tata cara pendaftaran merek diuraikan dalam Pasal 7 sampai Pasal 27 UU 15/2001. Prosedur mendaftarkan merek secara singkat sebagai berikut:

  1. Mengisi formulir permohonan yang diajukan pada Dirjen HKI yang bisa dilakukan sendiri atau dikuasakan;
  2. Melakukan pembayaran permohonan;
  3. Formulir yang diajukan melampirkan:
  4. Surat pernyataan diatas kertas bermaterai cukup yang ditandatangani pemohon (bukan kuasa) yang menyatakan bahwa merek yang diajukan benar miliknya;
  5. Surat kuasa khusus (jika menggunakan kuasa);
  6. Salinan resmi akta pendirian badan hukum atau fotokopinya yang dilegalisir oleh notaris (jika pemohon adalah badan hukum);
  7. 24 lembar etiket merek (4 lembar dilekatkan pada formulir) yang dicetak diatas kertas;
  8. Bukti prioritas asli dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia (jika permohonan menggunakan hak prioritas);
  9. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemohon; dan
  10. Bukti pembayaran permohonan.
  11. Dirjen HKI yang akan melakukan pemeriksaan kelengkapan permohonan, kemudian memberikan Bukti Penerimaan Permohonan;
  12. Menunggu proses pemeriksaan Dirjen HKI atas kelengkapan administrasi dari permohonan. Jika masih belum lengkap, pemohon diberikan waktu untuk melengkapi selama 2 bulan sejak tanggal pengiriman surat permintaan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan;
  13. Dirjen HKI melakukan pemeriksaan substantif paling lama 30 hari sejak tanggal penerimaan permohonan. Pemeriksanaan ini memakan waktu paling lama 9 bulan karena meliputi pemeriksaan merek dalam hal:
  14. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
  15. Tidak memiliki daya pembeda;
  16. Telah menjadi milik umum;
  17. Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya;
  18. Kesamaan pada pokoknya atau keseluruhan pada merek lain, baik yang sudah terdaftar maupun merek terkenal lainnya; dan
  19. Lain-lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  20. Jika hasil pemeriksaan substansif disetujui Direktur Jenderal, maka dalam waktu paling lama 10 hari, permohonan tersebut diumumkan dalam Berita Resmi Merek;
  21. Pengumuman berlangsung selama 3 bulan dengan menempatkannya dalam Berita Resmi Merek yang diterbitkan secara berkala oleh Dirjen HKI dan/atau menempatkannya pada saran khusus yang dengan mudah serta jelas dapat dilihat masyarakat; dan
  22. Jika tidak ada keberatan dan/atau sanggahan selama waktu pengumuman, Dirjen HKI menerbitkan dan memberikan Sertifikat Merek pada pemohon atau kuasanya paling lama 30 hari sejak tanggal berakhirnya pengumuman.

 

Lebih Baik Mendaftarkan Merek Atas Nama Pribadi Atau Perusahaan?

 Pendaftaran merek dapat Anda lakukan atas nama pribadi atau atas nama perusahaan. Jika merek didaftarkan atas nama pribadi, maka merek terdaftar itu menjadi aset pribadi Anda. Beda urusannya jika pendaftaran merek dilakukan atas nama perusahaan.

Jika Anda telah mendirikan Perseroan Terbatas (PT), maka pendaftaran merek atas nama PT menjadikan merek terdaftar itu menjadi aset PT, dan bukan menjadi aset dari pengurus, pemegang saham, atau pendiri PT. Perusahaan yang memiliki merek terdaftar biasanya mengalami peningkatan valuasi serta portofolio perusahaan.

Baca juga:

1.       Badan Hukum PT Membuat Bisnis Lebih Kredibel

2.       9 Keuntungan Mendirikan PT Untuk Bisnis Anda

Beberapa pertimbangan dalam memilih mendaftarkan merek atas nama pribadi atau perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Merek akan menjadi aset tidak berwujud dari pemiliknya.
  2. Jika bisnis Anda berkembang dan menjadi waralaba, maka perusahaan akan mendapatkan royalti dari bisnis tersebut. Jika didaftarkan atas nama pribadi, maka royalti akan diberikan kepada pribadi pemilik merek tersebut.
  3. Jika merek didaftarkan atas nama PT, dan suatu saat Anda akan menjual perusahaan atau menutup perusahaan, maka merek tersebut tetap melekat kepada PT, bukan Anda pribadi.
  4. Dalam hal Anda berpartner dalam bisnis, maka umumnya merek didaftarkan atas nama PT mengingat bisnis dimiliki secara bersama. Atau bisa juga Anda sebagai pemilik merek tersebut, nantinya Anda dapat memberikan izin kepada perusahaan untuk menggunakan merek tersebut, dengan imbalan tertentu berupa royalti atau tidak sama sekali.

 

Easybiz adalah anak perusahaan hukumonline.com. Untuk informasi mengenai prosedur, syarat dan biaya pendirian PT, pendaftaran merek, serta perizinan usaha hubungi Easybiz di Tel: 0817 689 6896 atau email: halo@easybiz.id

Untuk mengetahui penawaran dan promo kami terbaru silakan cek http://easybiz.id/penawaran/

Follow twitter kami @easybizID untuk tips seputar bisnis dan perizinan usaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *