Tips Mendulang 'Fulus' dari Bisnis Fotografi

Bisnis fotografi merupakan usaha yang kian berkembang dengan berbagai bentuknya sesuai perkembangan teknologi. Meski setiap orang memiliki gadget yang bisa digunakan untuk memotret, namun tetap saja mereka mencari orang profesional untuk mengabadikan momen berharga. Jangan ketinggalan untuk menggeluti bisnis ini, apalagi proses membuat PT di Jakarta sudah sangat mudah sepanjang kamu bisa melengkapi persyaratannya.

Hampir setiap hari sosial media penuh dengan foto-foto penggunanya dalam berbagai gaya. Kamu mungkin termasuk salah satu dari pemilik akun sosial media yang doyan pamer foto. Selain untuk mengabadikan momen tertentu, postingan foto pada akun sosial media juga dianggap sebagai ekspresi dari pemiliknya. Siapa sangka, bahwa hal tersebut bisa dijadikan bisnis.

Infonya, sejumlah selebritis atau sosialita bahkan sampai menyewa tim fotografer professional yang tugasnya mengabadikan aktivitas mereka untuk kemudian diposting di media sosial seperti Instagram (IG). Wajar kalau mereka ingin tampil sempurna di akun IG karena memiliki ribuan bahkan jutaan follower yang tidak ingin ketinggalan aktivitas idola mereka.

Ya, dunia fotografi merupakan salah satu jenis kegiatan yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang fulus. Kebanyakan, bisnis ini memang dijalankan oleh mereka yang memiliki hobi mengabadikan momen ini. Tapi, kamu pun bisa melakukannya dengan syarat kualitas foto yang kamu hasilkan kian baik dari waktu ke waktu.

Bagi kamu yang hobi atau berminat untuk menekuni dunia fotografi dengan menjadi fotografer, potensi bisnisnya ternyata amat menggiurkan. Fotografi sendiri termasuk dalam salah satu sub-sektor ekonomi kreatif yang saat ini tengah mengalami perkembangan pesat. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 saja, ekonomi kreatif menyumbang Rp 922,59 triliun untuk PDB kita. Pada tahun 2018 ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan sektor ini bisa menyumbang PDB hingga Rp 1.100 triliun, (detik.com, 27 Februari 2018).

Berdasar data dari Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif Kerja Sama Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik, berikut kontribusi PDB ekonomi kreatif menurut 10 subsektor tertinggi, (Bekraf; 2017).

No

Nama Subsektor Persentase Kontribusi

1

Kuliner

41,69

2

Fashion 18,15

3

Kriya

15,70

4

Televisi dan Radio

7,78

5

Penerbitan

6,29

6

Arsitektur

2,30

7

Aplikasi dan Game Developer

1,77

8

Periklanan

0,88

9 Musik

0,47

10 Fotografi

0,45

 

Kalau angka di atas terlalu besar buat kamu atau terlalu luas cakupannya, maka kita lihat lingkup yang lebih sempit dan spesifik yakni bisnis foto pernikahan. Menurut  Laporan Tren Pernikahan 2017, seperti dilansir tempo.co, rata-rata anggaran yang dikeluarkan orang Indonesia untuk foto prewedding adalah Rp 8 juta hingga Rp 20 juta. Sedangkan untuk foto dan video saat hari pernikahan budget pengeluarannya bisa Rp 15 juta hingga Rp 30 juta. Artinya prospek bisnis foto pernikahan juga cukup menjanjikan.

Jeli melihat peluang di foto pernikahan, seorang customer Easybiz memutuskan mantap untuk menekuni bisnis tersebut. Ali Umar founder Alienco Photography menuturkan bahwa jangan takut memulai bisnis ini apalagi jika kamu memiliki passion di bidang ini. Sementara dari sisi keahlian, memulai bisnis fotografi bukan berarti wajib bisa memotret. Namun, tak dipungkiri bahwa pengetahuan mengenai fotografi sangat dibutuhkan ketika hendak menjalani bisnis ini. Untuk peralatan yang dibutuhkan, seiring dengan perkembangan usaha maka akan lengkap dengan sendirinya.

Sadar bahwa untuk bisa lebih menjual jasanya dan naik kelas ke level yang lebih tinggi, Ali memutuskan untuk membuat perusahaan. Dia memilih untuk membuat perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Selain karena bentuknya badan hukum, Ali mengakui bahwa perusahaan berbentuk PT lebih direkomendasikan bila kita ingin mendaftarkan jasa fotografer perkawinan ke gedung-gedung perkawinan yang terkenal.

Ali menggunakan jasa Easybiz untuk membantu proses pembuatan PT-nya. Menurut Ali, Easybiz sangat membantu  karena layanannya prima mulai dari memberi panduan agar klien tidak kebingungan. Berkat Easybiz ia mengetahui bahwa proses membuat PT di Jakarta sudah sangat mudah sepanjang bisa melengkapi persyaratannya. “Pertama kali saya kebingungan mengenai dokumen apa yang harus disiapkan. Namun, Easybiz membuat semua itu mudah karena mereka membantu sejak awal apa saja yang harus saya siapkan untuk bisa membuat PT,” ujar Ali menjelaskan. “Berkat bantuan dan panduan dari Easybiz, semua proses pembuatan PT mulai dari pengumpulan persyaratan sampai pengerjaannya bisa dijalankan dengan baik tanpa harus kebingungan,” lanjutnya kemudian.

Pria yang mengawali perjalanan di bisnis fotografi dengan bergabung di suatu komunitas fotografi mengungkapkan bahwa yang paling penting di bisnis ini bukanlah bakat atau peralatan yang canggih dan mahal. Menurut Ali, yang tingkat kesulitannya paling tinggi justru meramu tim yang solid. Banyaknya kepala membuat proses kreatif terkadang mengalami kendala, apalagi jika ego anggota tim tidak bisa diredam dengan baik. Jika tim sudah kompak, proses mencari klien dan membuat sistem perusahaan terasa lebih mudah.

Kalau kamu juga berniat untuk mengembangkan bisnis seperti yang dijalankan Alienco Photography, maka salah satu langkahnya adalah dengan membuat perusahaan. Bisa bentuknya PT atau CV. Perbedaan perusahaan berbentuk PT dan CV terutama dari aspek pertanggungjawabannya yang terbatas. Karena berstatus badan hukum, tanggung jawab pemegang saham PT hanya sebatas saham atau modalnya di perusahaan tersebut.

Kalau kamu mau membuat PT untuk menunjang bisnis fotografi maka sangat disarankan untuk sekaligus mengurus perizinan dan dokumen legalitas lainnya. Sekarang proses membuat PT di Jakarta sudah sangat mudah sepanjang kamu bisa melengkapi persyaratannya. Kamu bisa memulai proses membuat PT untuk bisnis fotografi dengan menggunakan platform Easybiz 2.0. Platform ini akan memandu kamu mulai dari bentuk perusahaan apa yang diinginkan—buat PT atau CV—domisili yang dipilih apakah menggunakan Virtual Office, Gedung, atau Ruko. Bila kamu memutuskan untuk menyewa atau membeli Ruko atau Gedung yang akan dijadikan tempat usaha maka pastikan tempat tersebut berada di zonasi usaha. Bila zonasinya tidak sesuai maka tempat tersebut tidak akan dapat digunakan sebagai domisili usaha. Kesesuaian zonasi ini nantinya yang akan dasar pengajuan legalitas seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Kalau belum punya modal yang cukup untuk menyewa atau membeli gedung atau ruko sebagai tempat usaha di Jakarta, solusinya adalah menyewa Virtual Office. Seluruh wilayah Jakarta telah memiliki penyedia Virtual Office dengan menawarkan fasilitas yang beragam. Mulai dari penerimaan telepon dan surat menyurat, ruang meeting gratis, sampai dengan co-working space. Easybiz memiliki kerja sama dengan Conclave Simatupang untuk startup dan UKM di Jakarta yang ingin membuat PT. Cukup dengan budget Rp 10,5 juta kamu sudah bisa membuat PT lengkap mulai dari akta sampai TDP dan sudah termasuk biaya sewa Virtual Office selama 1 tahun. Dengan mengikuti program ini kamu juga mendapat benefit lain yakni diskon 50% untuk penggunaan co-working space.

Benefit paket Easy PT, yang membuat kita bisa membuat PT tanpa pusing memikirkan domisili.

 

 

Benefit Paket Easy PT oleh Easybiz

Akta Pendirian Perusahaan

SK Kemenkumham

NPWP Badan Usaha

Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Setahun sewa Virtual Office Conclave Simatupang

 

Setelah menentukan domisili usaha yang akan digunakan, fitur andalan lain di Easybiz 2.0 adalah pemilihan kegiatan usaha dimana yang dijadikan acuan adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Untuk wilayah Jakarta, sudah ada SE Kepala BPTSP No.50 Tahun 2015 yang menentukan kode KBLI yang bisa menggunakan SIUP untuk perizinan usaha di wilayah Jakarta. Nah, kalau kamu mau membuat PT untuk bisnis fotografi kamu bisa memilih kode KBLI 7420 yakni aktivitas fotografi . Di fitur menentukan kegiatan usaha atau memilih KBLI ada 3 bidang usaha yang bisa dipilih untuk dicantumkan di SIUP. Di fitur ini, Easybiz 2.0 bahkan sudah memiliki kemampuan untuk memisahkan kode KBLI yang akan dicantumkan di akta pendirian dan di SIUP. Kamu perlu tahu bahwa untuk bisa mencantumkan kode bidang usaha di SIUP, kegiatan tersebut harus tercantum di akta pendirian. Jadi, fitur Easybiz 2.0 sudah bisa memastikan kalau kamu sudah memilih kode 7420 maka di akta pendirian di bagian “maksud dan tujuan: nantinya sudah pasti akan tercantum jasa fotografi. Canggih!

Setelah melengkapi kode bidang usaha ada beberapa informasi lain yang juga dapat kamu lengkapi. Selain data diri yakni alamat email, nomor telepon, dan usulan nama PT (minimal 3 kata dan dalam Bahasa Indonesia), kamu juga harus memasukkan informasi siapa saja yang akan menjadi pemegang saham dan klasifikasi SIUP yang kamu inginkan. Untuk yang terakhir, klasifikasinya adalah kecil, menengah, dan besar. Selesai melengkapi informasi yang dibutuhkan, platform Easybiz 2.0 akan mengolahnya menjadi proposal penawaran. Terakhir kamu bisa langsung melakukan pembayaran sehingga proses pembuatan PT kamu bisa dimulai saat ini juga atau menyimpan proposal penawaran di email kamu. Bila kamu melakukan pembayaran di Easybiz 2.0, selain kamu bisa menggunakan fasilitas bank transfer, intenet banking, atau kartu kredit, keamanan transaksinya juga sangat terjamin karena kami bekerja sama dengan Midtrans yang telah dikenal sebagai penyedia payment gateway yang handal. Midtrans memiliki fitur yang bisa mendeteksi kemungkinan terjadinya kecurangan dalam proses pembayaran (fraud detection).

Kembali ke bisnis fotografi, kalau kamu serius untuk merinstisnya maka momen yang tepat adalah sekarang. Kenapa sekarang? Karena memang sudah banyak kemudahan-kemudahan untuk memulai bisnis sebagaimana disebutkan di atas. Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa proses membuat PT di Jakarta sudah sangat mudah sepanjang kamu bisa melengkapi persyaratannya. Bagaimana dengan modal, bukankah pasti akan butuh modal besar yang digunakan untuk membeli peralatan fotografi?

Secara garis besar, sebagaimana dikemukakan oleh tabloid Kontan edisi Februari 2017, investasi awal yang dibutuhkan untuk membeli peralatan adalah Rp 75 juta dan menyewa tempat sebesar Rp 20 juta. Secara total, kebutuhan awal untuk memulai usaha ini adalah Rp 95 juta.

Adapun perkiraan pendapatan dari bisnis fotografi adalah Rp 90 juta setiap bulan dengan perkiraan pengeluaran per bulan sebanyak Rp 78,8 juta. Artinya, laba bersih yang bisa kamu dapatkan adalah Rp 11,2 juta setiap bulannya. Dengan estimasi di atas, kamu akan balik modal dalam waktu 9 bulan saja.

Jadi, tunggu apalagi. Jangan sampai peluang ini diambil oleh orang lain! Mumpung proses membuat PT di Jakarta sudah sangat mudah sepanjang kamu bisa melengkapi persyaratannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *